Tidur Itu Enak (Kalau Teratur) (Day 6)

23:34:00

Aku adalah milenial hits yang selain tidur saja aku juga suka ke Starbucks.
Tapi postingan ini nggak ada hubungannya dengan Starbucks. Ya udah lah ya.
Iya, iya aku tau di foto ini food photography skill-nya sangat minta dikasihani.
Ada saat-saat di mana tidur yang harusnya nyaman dan menyenangkan, jadi rutinitas membingungkan buatku. Entah aku tidur terlalu banyak, atau nggak tidur sama sekali. Walaupun (sangat) mengganggu, seperti aku jadi akrab dengan kopi botol enam ribuan di Indomaret (yang sebenarnya cukup beberapa teguk aja bikin aku jedug-jedug), dan mukaku jadi jauh lebih horor dari aslinya (yang sudah horor) karena tidur nggak teratur akan membuat wajah semakin buruk rupa, tapi sejauh itu efek tidur nggak teratur hanya kurasakan di badanku saja.

Kemudian, aku baru sadar betapa menakutkannya efek tidur nggak teratur ketika hal ini sudah mengobok-ngobok aspek kehidupan yang lain.

Hari Jumat, 23 Desember 2016, aku bangun jam setengah dua siang dan diikuti dengan lompat dari kasur, lalu bersiap ke kampus dengan buru-buru tanpa mandi atau apapun (tapi masih sempat pakai lipstik....).

Kenapa? Karena hari itu adalah jadwal ujian akhir semester, dan ujiannya dijadwalkan jam setengah sepuluh pagi.

Iya, kalian nggak salah baca. Setengah sepuluh pagi. Dan aku bangun jam berapa? Setengah dua siang.

Untungnya, ujian untuk mata kuliah itu bersifat take home alias berbentuk tugas yang dikerjakan di rumah, jadi saat hari H tinggal dikumpulkan aja. Tapi ya nggak untung juga sih!!!!!!!!!!???!!!!! Siapa coba yang merasa untung sewaktu ketinggalan ujian akhir semester, telat empat jam, gara-gara ketiduran?????!!!

Plus, sewaktu bangun tidur aku baru sadar kalau aku belum nge-print tugas ujian sebanyak 14 lembar, dan uang di dompetku kosong. Sedangkan, jarak dari ATM ke tempat printing itu (lumayan) jauh. Tau rasanya seperti apa? Ku yang cengeng ini saja bahkan rasanya nggak sempat untuk nangis karena diburu waktu.

Singkat cerita, aku berhasil mengubungi dosen keesokan harinya dan meminta maaf, kemudian dengan kebaikan Tuhan beserta alam semesta dan kemurahan hati bu dosen, aku diperbolehkan untuk tetap mengumpulkan tugas ujian. Intinya, ku masih lulus.

Tapi bukannya aku mau ngulangin lagi ya!! Hal seperti itu menyebabkan sport jantung, yang walaupun sport, tapi sangat nggak sehat!!!! Cukup, cukup, sekali aja, kataku waktu itu.

Tapi tau nggak, guys? Ternyata hal yang mirip seperti ini terjadi lagi beberapa bulan setelahnya.

(Huhuhuhu) (Nggak mau ngulangin lagi Ya Allah) (Tjoekoep soedah)

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Subscribe